Wahyudi, Sang Guide Gunung Leuser

Oleh Susi Susanti*

Ist

Ist

MENDAKI gunung bagi sebagian orang adalah kegiatan yang sia-sia, namun tidak bagi sebagian orang lagi, mereka menganggap mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dan ada kepuasan tersendiri jika seorang pendaki dapat mencapai puncak gunung, entah itu kepuasan dapat menaklukkan gunung maupun dapat menaklukan diri sendiri dari sebuah perjuangan dalam melakukan perjalanan menuju puncak gunung.

Keberhasilan dalam sebuah pendakian tidak terlepas dari beberapa hal berikut seperti kesiapan fisik dan mental pendaki, kelengkapan perlengkapan pribadi maupun tim, manajemen logistik, kekompakan, cuaca dan bantuan dari pemandu jalan (guide).

Guide yang terlatih dan mempunyai pengalaman pendakian yang banyak akan menyukseskan jalannya sebuah perjalanan pendakian.

Adalah Wahyudi, salah seorang Pemuda Putri Betung yang bekerja sebagai Polisi Hutan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Kabupaten Gayo Lues telah beberapa tahun menjadi Guide menuju Puncak Leuser dan Puncak Kemiri Leuser. Pria kelahiran 10 Oktober 1988 ini telah 20 kali menjadi Guide Leuser dan 21 kali menjadi Guide Kemiri Leuser.

Beberapa Tim Pendaki yang pernah dipandu oleh putra sulung pasangan Ibrahim Amin dan Kasnawati ini dalam pendakian ke puncak Leuser adalah Tim Pendaki Guru SM3T yang bertugas di Gayo Lues, Tim Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (MAPAK Alam) Bandung, Tim Pendaki Kunang-Kunang Adventure (K2A) Medan, Tim Dirgantara Adventure, Tim Ekspedisi Bukit Barisan tahun 2011, Tim Belantara Indonesia dari Jakarta, Tim Jelajah Indonesia (JI) Jakarta, Tim Alam Gunung Indonesia (AGI) Jawa Timur, Tim Mapala AL-Fedya Palembang serta pendaki-pendaki lokal lainnya seperti Tim Ekspedisi Merah Putih Pemuda-Pemudi Putri Betung.

Tak hanya itu, abang tertua dari Desi Mayanti, Meriyanti dan Doly Mahendra ini juga kerap memandu pendaki dari berbagai negara seperti Jerman, Prancis, Australia, Belgia Belanda serta pendaki Malaysia pertama yang mengunjungi Paru-paru dunia (salah satu peserta Seven summit dari Malaysia).

Guide didikan Guide Senior Leuser seperti Sabarudin, Yuli Prawoto dan Mister Jali yang merupakan pemilik Bungalow Kedah ini juga sering melakukan pendakian di beberapa Gunung di Indonesia seperti Gunung Semeru, Gunung Kerinci Sumatra Barat, Gunung Sinabung Sumatera Utara, Burni Telong Bener Meriah, Gunung Gerget (Kapi) Putri Betung, da Gunung Seulawah Aceh.

Kecintaan alumnus SDN Angkup Aceh Tengah (2009), MTsN Angkup (2003) dan SMKN 1 Takengon (2006) ini pada hutan didukung oleh beberapa kegiatan pelatihan tentang Program pelestarian Hutan seperti pernah menjadi peserta Pelatihan Perlindungan Satwa Liar (2013), peserta pelatihan Pelestarian Orang Utan Sumatera (2014), Tim Patroli OIC (2012-2014), Ranger di IFFACS (2013-2014), Ranger di TNGL Resort Jamur Gele Putri Betung, Polhut di Dinas Kehutanan Kabupaten Gayo Lues (2008-2014).

Wahyudi bercerita bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai Guide, “Saya sangat mencintai pekerjaan saya, dulu saya sangat berkeinginan mencapai Puncak Leuser, pertama sekali saya mencapai puncak Leuser saya hanya sebagai Porter saja,“ ujarnya.

Setelah beberapa kali menjadi Porter yang dipandu Pendaki Senior, akhirnya dia dipercayakan menjadi Asisten guide sampai akhirnya menjadi guide.

Saat ditanya apa hal menarik yang didapat selama melakukan pendakian, Wahyudi menjawab mendaki adalah belajar kehidupan, belajar sabar, belajar ikhlas, dan belajar untuk tidak menyerah. “Selama naik gunung saya jadi mengerti seberapa kecilnya manusia dimata tuhan, dan mengerti arti sebuah perjuangan, kesabaran serta kerja keras dan pantang menyerah,” ujarnya bersemangat.

Lalu apa harapannya dalam pelestarian hutan, dia menjawab bahwa hutan harus lestari, tidak ada lagi penebangan liar dan beliau berharap ada sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan.

“Hutan adalah sumber mata air, dan mata air adalah sumber kehidupan, jadi kita harus menjaganya untuk keberlangsungan hidup. Cukup klise namun jika diaplikasikan, kehidupan akan aman, nyaman dan memperkecil terjadi bencana alam,” pungkas Wahyudi.[]

*Wartawati LintasGayo.co dan Anggota PWI Gayo Lues

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×