[Video] Ribuan Penari Saman Guncang Kota Blangkejeren

Foto: Tim TIC Dispar Gayo Lues

Ribuan penari saman dari 11 kecamatan, Kabupaten Gayo Lues mengguncang Stadion Seribu Bukit, Kecamatan Blangkejeren, Minggu (23/7). Penari itu datang mengikuti gladi guna persiapan tari saman massal 10.001 pada 13 Agustus mendatang.

Pada saat acara gladi, penari saman terlihat kompak menepuk dada, menepuk tanggan dan bermacam variasi tarian lainnya. Begitu juga dengan nyayiannya, seluruh penari bersama-sama berteriak keras hingga bergetar membahana.

“Kami sudah belajar selama empat malam di kampung,” kata Awaludin, Kepala Desa Porang. Ia mengaku, tari saman itu bisa serentak antara penari saman di kecamatan satu dengan kecamatan lainnya lantaran Dinas Pariwisata telah membagikan DVD tari saman untuk dipelajari, dan seluruh gerakan dan nyayianya tidak ada yang berubah.

Selain dihadiri ribuan pemain tari saman, seribuan penonton juga hadir dalam kesempatan itu menyaksikan gladi budaya Gayo yang sudah diakui Unesco sebagai warisan budaya tak benda dan sudah masuk kedalam rekor MURI. Aanak-anak, remaja, orangtua, serta gadis-gadis dari kampung turut hadir memberikan semangat kepada penari.

Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasim usai gladi mengatakan, selaku kepala daerah dirinya sangat senang dan semangat menyaksikan gladi yang dilakukan kemarin. Meskipun jumlah penari saman masih belum sesuai seperti yang diharapkan, namun pada gladi ini membuat bulu kuduknya merinding dan terharu.

“Sebagian penari ada yang belum bisa hadir, mudah-mudahan pada gladi berikutnya bisa hadir bersama untuk memainkan tari saman,” katanya seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gayo Lues yang telah mendukung pegelaran tari saman 10.001 ini.

Syafrudin S Sos, Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues dan juga sekretaris panitia bersama Mael Ajudan, ketua tim teknis plaksana mengatakan, jumlah penari saman yang hadir pada gladi Minggu sebanyak 9.024 orang. Jumlah itu belum mencapai 10.001 karena sebagian terlambat datang.

“Tadi ada satu rombongan lagi yang belum masuk ke lapangan, mereka duduk di luar lantaran saat mereka datang, tari saman sudah dimulai. Kami yakin di saat hari H nantinya, jumlah penari saman bisa lebih dari 10.001,” katanya.

Dia berharap kepada seluruh penari saman, agar terus latihan supaya gerakan demi gerakan tidak ada yang salah, dan saat gladi bersih tinggal menyesuaikannya.

Untuk melakukan pengamanan lokasi dan arus lalu lintas, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman menurunkan 185 personil ke kawasan Stadion Seribu Bukit.

Masuk SILPA
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyaraat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Gayo Lues menegaskan, setiap sisa anggaran tari saman 10.001, termasuk sisa anggaran pembelian baju penari yang semula Rp 250 ribu menjadi Rp 191 ribu per baju, akan masuk ke Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

“Sisa anggaran dari pembelian baju tersebut wajib masuk ke SILPA desa dan bisa diperuntuhkan untuk anggaran kesenian lainnya setelah melalui proses,” kata Kepala DPMK Drs Ilyas Canto didampinggi Kabid Ketahanan Masyarakat Mukim dan Kampung Dedi Ardian, Sabtu (22/7).

Menurutnya, anggaran tari saman 10.001 yang masuk ke dalam Alokasi Dan Kampung Khusus (ADKK) itu semuanya dikelola oleh masing-masing desa. Artinya, tidak dikembalikan ke panitia, termasuk pengadaan baju, honor penari saman, pembelian baju dan biaya latihan.

Kelebihan anggaran pada baju penari saman 10.001 di Gayo Lues, katanya, disebabkan pada awalnya perkiraan harga per baju mencapai Rp 250 ribu, namun setelah bernegoisasi antara perwakilan kepala desa dengan pihak penyedia barang, akhirnya disepakati Rp 191 ribu per baju.

Dijelaskannya, pengelolaan dana tari saman 10.001 tahun 2017 berbeda dengan tari saman 5005 tahun 2014 silam. Jika tari saman 5005 dulu anggaran ADKK yang masuk ke rek desa dikembalikan lagi ke panitia.  Begitu juga makan-minum peserta ditangani oleh camat. Sedangkan pergelaran tari saman 10.001 tahun 2017 semua anggaran yang masuk ke ADKK dikelola sendiri oleh desa. (Sumber: Nuar | www.harianandalas.com)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×