Pecal, Menu Favorit Berbuka Puasa Masyarakat Gayo

PicsArt_11-19-11.21.26RAMADHAN, selain banyak beramal dalam kebaikan, biasanya suasana puasa juga menjadi momen para ibu-ibu rumah tangga dalam memasak bermacam  jenis makanan yang menarik selera baik untuk rumah tangga secara pribadi juga untuk dijual.

Dari banyaknya makanan yang dihidangkan untuk berbuka puasa, pecal menjadi andalan masyarakat Gayo yang sudah turun – temurun. Selain mudah dalam pembuatannya, pecal juga dikenal sebagai makanan bergizi, sebab, terbuat dari bahan-bahan yang alami tanpa ada penambah rasa atau sejenisnya.

Beberapa waktu lalu LintasGayo.co mencoba mengunjungi salah satu warga Gayo Lues, Hj.Sri Bani dikediamannya di Jalan Pasar lama, Jantung kota Gayo Lues Blangkejeren. Dalam kunjungan tersebut, kru LintasGayo.co diberi kesempatan untuk belajar secara langsung proses mambuat pecal yang terkenal lezat tersebut.

Sri Bani menjelaskan tentang bahan-bahan yang perlu disiapkan. Yakni daun sayur kangkung,  daun papaya, bunga papaya, daun ubi, toge, bawang putih, gula aren, kacang tanah yang digoreng, jeruk purut, kunyit, kacang panjang, dan cabe rawit.

Untuk tahap awal, daun papaya dan daun ubi direbus kedalam air panas hingga daun tersebut menjadi lembut. Begitu juga dengan daun kangkung, bunga papaya. Namun, dalam proses daun yang direbus, tidak boleh bersamaan, ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik agar daun yang dibuat menjadi pecal tidak keras.

Selanjutnya, setelah kesemua daun tersebut selesai direbus, selanjutnya toge yang sudah disiapkan juga ikut direbus hingga bebebrapa menit.

Setelah semua siap, baru ketahap selanjutnya yakni pembuatan bumbu pecal dengan cara menggiling semua bahan yakni cabe rawit, bawang putih, gula aren, kacang tanah, kunyit dengan menambahkan air hangat seperlunya agar lebih memudahkan kita dalam menggiling semua bumbu tersebut.

Namun, dalam menggiling bumbu pecal, disarankan agar menggilingnya secara tradisional, bukan dengan menggunakan belender, sebab hasil yang didapatkan tidak akan seperti yang diharapkan. Jika bumbu terlalu halus, pecal tidak akan terasa renyah, kata Hj.Sri Bani dengan semangat. Juga, tambah sedikit saja kulit jeruk purut untuk mendapatkan aroma yang menggugah selera, kata Hj. Sri Bani lagi sambil mempraktekkan cara menggiling bumbunya.

Terakhir, setelah bumbu siap, campurkan semua daun yang sudah direbus terlebih dahulu dan aduk secara merata dan pecal siap untuk disajikan.

Hj. Sri Bani mengugkapkan, di Gayo, secara temurun pecal merupakan masakan khas pada bulan ramadhan, selain bahan yang alami, pembuatannya juga tidak rumit, cukup mamakan waktu sekitar 15 menit saja pecal sudah siap untuk dilahap. (Supri Ariu)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×