Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi: Sudah Waktunya Pariwisata Kita Berbenah

Foto: doc. Disbudpar Aceh

Foto: doc. Disbudpar Aceh

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan pariwisata terus dipersiapkan, kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyambangi “Negeri Seribu Bukit” dalam rangka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Leuser dan Pelatihan Pengelola Arung Jeram, Senin (10/4/2017) di Wisma Pondok Indah, Gayo Lues.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Gayo Lues ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi yang diikuti sekitar 60 peserta, baik dari pengelola objek arung jeram serta pengelola objek pendakian Gunung Leuser yang berasal dari Gayo Lues sendiri dan Aceh Tenggara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyampaikan bahwa, perkembangan pariwisata di dunia pada saat ini sudah menjadi trend. Baik negara, provinsi, kabupaten/kota berlomba-lomba memajukan pariwisatanya karena merupakan suatu fakta bahwa meningkatnya jumlah kunjungan suatu destinasi berbanding lurus dengan meningkatkan perekonomian kawasan tersebut.

“Pemerintah Aceh sangat serius dalam mengembangkan pariwisata, apalagi di wilayah tengah Aceh dengan potensi wisata alamnya yang sudah mendunia. Hanya saja beberapa objek wisata unggulan masih dikelola dengan sangat sederhana dan belum banyak kreatifitas yang muncul dari pelaku usaha wisata setempat,” sebut Reza yang didampingi Kabid Destinasi Disbudpar Aceh, Dedi Fahrian.

Ini mengakibatkan, timpal Reza jumlah kunjungan meningkat tapi masih dibawah harapan, berbanding dengan Arung Jeram Citarik di Sukabumi yang dapat mendatangkan 10.000 wisatawan setiap tahunnya.

“Sudah waktunya kita berbenah, harapannya dengan meningkatnya kapasitas SDM pengelola objek wisata dapat menjadikan pariwisata sebagai sektor yang memberikan kontribusi utama kepada perekonomian di daerah,” pungkas Reza.

Untuk itu, Pemerintah Aceh dalam pelatihan ini sengaja mendatangkan para narasumber yang benar-benar qualified dibidangnya. Untuk narasumber arung jeram didatangkan dari Arung Jeram Riam Jeram Sukabumi, Suripatty Rully Boyke dan Ahmad Yasin, sementara untuk narasumber pendakian didatangkan dari Sagarmatha Service Indonesia, Rachmad Sofyan dan Agus Nugraha.

“Kemampuan dari para narasumber ini sudah tidak diragukan lagi, selain sarat pengalaman akan pengelolaan objek wisata, cara penyampaian dalam pembelajaran juga tegas, lugas, dan tangkas sehingga peserta dengan mudah mencerna segala pengetahuan yang dibagikan,” ujar Kabid Destinasi Disbudpar Aceh.

Adapun tujuan pelatihan ini, ungkap Dedi untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan kualitas serta profesionalisme SDM pengelola objek wisata.

“Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengelola objek wisata sehingga mampu bersaing dan menghasilkan kinerja yang optimal,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues Syafruddin juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Disbudpar Aceh yang telah menyelenggarakan pelatihan peningkatan SDM pengelola objek wisata untuk daerah Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Kutacane.

“Kami menghaturkan banyak terima kasih atas kegiatan yang digelar selama 2 hari ini kepada Disbudpar Aceh dan juga narasumber yang berbagi banyak hal seputar pengelolaan objek wisata. Apalagi potensi wisata alam yang ada kedua kabupaten ini sangat luar biasa namun tidak dapat dipungkiri bahwa pengembangannya masih terhambat dengan keterbatasan SDM di bidang pariwisata,” imbuh Syafruddin.

(Sumber: http://disbudpar.acehprov.go.id/)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×