Ini Sekilas Rancangan Program Dinas Pariwisata Gayo Lues Tahun 2017

Ist

Ist

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gayo Lues, Syafruddin, S.Sos mengungkapkan, Dispar sudah menyusun beberapa program dalam upaya pembangunan pariwisata di tahun 2017. Dari sejumlah program yang mereka susun, ada beberapa program baru yang dinilai memiliki manfaat jangka lama bagi masyarakat setempat.

“Kita sudah susun, mohon doanya semoga dapat terwujud,’ terang Syafruddin di ruangan kantornya, Blangkejeren.

Program pertama adalah pembukaan objek wisata baru di Penomon, Rikit Gaib. Syafruddin menjelaskan, pihaknya berusaha akan membangun objek wisata pemandian air panas di Penomon. Lanjutnya, Dispar sudah beberapa kali meninjau lokasi wisata tersebut.

Kedua adalah pembukaan akses pendakian ke Gunung Leuser melalui Agusen. Syafruddin menjelaskan, Dispar akan fokus mengembangkan publikasi ke telinga wisatawan bahwa pintu gerbang menuju Gunung Leuser ada di Gayo Lues.

“Selama ini para wisatawan hanya mengenal untuk menuju Leuser bukan melalui Kedah, Gayo Lues. Mengubah isu ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) buat kita, baik bagi Dispar juga masyarakat,” terang Syafruddin.

Ia menambahkan, sebenarnya Agusen sudah dikunjungi oleh wisatawan sejak tahun 90-an silam dalam tujuan pendakian dan penelitian Leuser, namun karena Aceh pernah menjadi daerah konflik, aktivitas wisata di Agusen jadi terhenti. Nah, sekarang tugas kita untuk mengembalikan nama Agusen di telinga masyarakat luar.

Aceh sangat aman dan sangat cocok untuk menjadi daerah kunjungan wisatawan. Persepsi selama ini yang sering terdengar bahwa daerah di Aceh tidak aman adalah sangat salah. Anda bisa buktikan sendiri dengan mengunjungi Aceh, tegas Syafruddin.

Ketiga adalah, penyediaan Gedung Pusat Pengembangan Wisata Bersama di Agusen. Syafruddin mengungkapkan, bahwa sebelumnya Bupati Gayo Lues sudah menyerahkan beberapa gedung bekas Sekolah Dasar di Agusen untuk dikelola oleh Dispar tepatnya saat Dispar menggelar program pelatihan bahasa Inggris selama dua bulan untuk masyarakat Agusen dan Penosan Sepakat tahun 2016.

“Kita berharap gedung tersebut dapat kita kelola menjadi pusat kegiatan bersama program wisata di Gayo Lues. Artinya, gedung tersebut akan menjadi tempat Dispar beserta organisasi yang fokus membangun wisata untuk bekerjasama dan mendiskusikan program wisata. Kurang lebih seperti gedung sekretariat bersama,” kata Syafruddin.

PicsArt_01-28-12.43.49

Keempat, selain pembukaan dan publikasi objek wisata baru, Dispar juga akan giat menggelar pelatihan kuliner dan kerajinan tangan. Program ini dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Gayo Lues.

“Gayo Lues memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, namun masih kekurangan SDM. Karena itu kita juga fokus dalam hal pembinaan dan pelatihan, agar lebih mandiri serta sebagai modal masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi keluarga,” ungkap Syafruddin.

Terakhir, Dispar juga akan konsen mengidentifikasi sekaligus mengangkat potensi-potensi Gayo Lues dalam pembangunan pariwisata. Seperti potensi objek wisata Alam yakni Leuser, olahraga seperti rafting (Arung Jeram), dan mensosialisasikan seni-seni lama.

“Alhadmulillah Tari Saman sudah dikenal banyak orang bahkan dunia, begitu juga dengan kerawangnya. Sekarang tugas kita adalah merawanya agar tidak salah arah. Salah satunya seperti program penggarapan Jangin Gayo Lues (kumpulan syair-syair seni Gayo Lues) yang sudah kita lakukan. Album tersebut rencananya akan kita bagi agar anak-anak penerus Gayo Lues nanti tidak lupa dengan sejarahnya sendiri mengingat pesatnya perubahan budaya di zaman serba canggih ini,” harap Syafruddin.

Namun, tambah Syafruddin lagi, kelima program umum tersebut adalah beberapa dari program yang mereka susun. Syafruddin menerangkan, selama tahun 2017 Dispar akan menggelar puluhan program baik pembinaan dan hiburan yang intinya meningkatkan pembangunan pariwisata Gayo Lues agar dapat membawa efek positif bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat Gayo Lues.

“Banyak program yang sudah masuk dalam perencanaan kita, diantaranya pembinaan bagi masyarakat, hiburan yang mendidik seperti festival tari tradisional dan moderen, pelatihan, pengembangan objek wisata dan publikasi wisata Gayo Lues. Semoga bisa terealisasi dengan baik,” tutup Syafruddin. (Tim TIC Gayo Lues)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×