Ini Alasannya Kenapa Kamu Harus ke Gayo Lues!

Foto: BARRY KUSUMA (Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues, Prov Aceh)

Foto: BARRY KUSUMA
(Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues, Prov Aceh)

MENDENGAR Kabutapen Gayo Lues pasti belum banyak yang pernah mengunjungi daerah ini, saya pun termasuk asing mendengar Gayo Lues yang berada di wilayah Provinsi Aceh ini. Kebanyakan wisatawan berkunjung ke Aceh memang sebagian besar ke Banda Aceh dan Pulau Weh atau Sabang, padahal banyak sekali potensi pariwisata di bumi Aceh yang belum terpublikasikan. Salah satunya adalah Kabupaten Gayo Lues.

Saya sangat beruntung tiba-tiba dihubungi oleh Pak Rifky dan Pak Khairul dari Indecon melalui Program Pengembangan Ekowisata Gunung Leuser dan didukung juga oleh IFACS untuk mengenalkan wisata di Gayo Lues.

Untuk menuju ke Gayo Lues saya melalui perjalanan darat yang cukup panjang dari Kota Medan, Sumatera Utara. Rute jalan daratnya dari Medan, menuju Kabanjahe, Brastagi, Aceh Tenggara dan tiba di Blangkejeren. Lama perjalanan dari Medan Sumatera Utara kurang lebih 10 sampai dengan 11 jam.

Namun buat teman-teman yang ingin ke sini tanpa menempuh perjalanan darat yang panjang tenang saja kok, Sebab kini Gayo Lues duah memiliki Bandara yang diberi nama Senubung. Jika dari Medan hanya butuh waktu tempuh menggunakan pesawat sekitar 1 jam lebih.

Logo Destinasi Pariwisata Gayo Lues Tahun 2017

Logo Destinasi Pariwisata Gayo Lues Tahun 2017

Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues dahulu pernah jaya akan destinasi wisata yang kaya akan alam dan satwanya sebelum daerah operasi militer atau DOM diberlakukan di Aceh. Kedah sebagai “Pintu Gerbang Leuser” yang terletak di Gayo Lues merupakan primadona bagi turis asing yang ingin menikmati keindahan alam dan satwa di Taman Nasional Gunung Leuser.

Pesona Gayo Lues ini semakin memudar sehingga mati suri pada saat DOM diberlakukan. Namun saat ini Pesona Gayo Lues kembali lahir dan semakin bangkit dan mulai banyak wisatawan yang ingin datang berpetualang ke sini.

Pada saat saya datang ke sini, destinasi ini sangatlah aman. Faktor keamanan yang banyak ditakuti oleh wisatawan akan adanya GAM sama sekali isu yang tidak mendasar, selama saya mengeksplor Gayo Lues sampai blusukan masuk ke hutan juga sangat aman. Begitu juga dengan sikap masyarakatnya kepada pengunjung sangat ramah.

Memang untuk keluar Aceh Gayo Lues ini penjagaan dari pihak kepolisian lapis dua. Penjagaan mereka sangat ketat bukan karena adanya gangguan keamanan nasional, tetapi mereka mencari penyelundup narkoba karena Gayo Lues ini sangat subur, tanaman apa saja yang ditanam di sini pasti tumbuh subur.

Maka tidak heran jika konon Gayo Lues ini memiliki ganja terbaik di dunia. Khusus buat teman-teman yang ke sini, jangan sekali-kali mencoba ya. Pasalnya bagi siapa saja yang tertangkap dan mencoba narkoba hukumannya sangat berat.

Kembali ke cerita pariwisata Gayo Lues, karena alamnya sangat terjaga tidak heran jika kita bisa menjumpai dengan mudah satwa dilindungi seperti orangutan sumatera, Black Gibbon, dan banyak primata lainnya. Bagi pencinta trekking, Kedah di Kecamatan Blangjerango, Gayo Lues merupakan gerbang paling dekat untuk trekking menuju ke Taman Nasional Gunung Leuser. Konon keindahan Taman Nasional Gunung Leuser ini masuk dalam daftar hutan terbaik dunia. Saya belum kesampaian untuk trekking ke Gunung Leuser karena medan yang cukup berat dan panjang. Idealnya untuk trekking bisa memakan waktu hingga satu minggu lebih.

Ada beberapa destinasi di Gayo Lues yang menarik untuk dikunjungi, di mana dalam waktu seminggu kita bisa menikmati alam yang masih perawan. Beberapa destinasi tersebut akan saya jelaskan di bawah ini.

1. Kedah Pintu Gerbang Leuser

Foto Zulfikar (Tim TIC Gayo Lues)

Foto Zulfikar (Tim TIC Gayo Lues)

Merupakan gerbang paling dekat menuju Taman Nasional Gunung Leuser. Kedah yang merupakan rain forest yang masih sangat terjaga keasliannya, karena letaknya yang dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Di sini kalau beruntung pada saat trekking, Anda bisa menjumpai aneka satwa seperti orangutan, harimau, macan, black gibbon, siamang, kera liar, spesies burung langka dan masih banyak lagi. Kalau beruntung hal ini akan menjadi pengalaman seru saat Anda berjumpa dengan salah satu satwa tersebut saat menjelajahi hutannya. Namun ingat, jangan sampai merusak kekayaan yang sudah diberikan Tuhan ini ya. Sebaliknya, sembari menikmati keindahannya juga harus dijaga.

Ketika saya trekking menyusuri rain forest di Kedah, hanya berjalan selama 1 jam perjalanan saja saya menjumpai orangutan yang sedang membangun sarangnya. Beruntung saya membawa lensa tele sehingga bisa melihat dengan jelas orangutan yang masih muda dan ternyata mereka sangat pemalu pada saat berjumpa manusia.

Dari kejauhan saya hanya mendengar suara black gibbon sejenis kera hitam yang besar. Sayang sekali mereka berada jauh di bukit lain sehingga kami tidak ada kesempatan untuk melihat mereka dan hanya mendengar suaranya saja. Ketika menelusuri jalan setapak demi setapak di tengah hutan, sesekali kami menjumpai siamang dan lutung. Jika ingin maksimal menikmati satwa liar di Kedah ini memang idealnya 2 sampai 3 hari di sini.

Ketika kami mengeksplor Kedah beruntung kami ditemani oleh kuncen guide yang sangat berpengalaman yaitu Mr Jali. Beliau orang Gayo asli lho. Kenapa dipanggil “mister” karena teman-teman bulenya memanggil “mister” dan beliau sangat direkomendasikan oleh Lonely Planet. Mr. Jali tinggal di Kedah dan sudah mulai menjelajahi dan menjaga Leuser sejak tahun 1981, wah!

Selain itu Mr Jali yang hobinya ketawa terus ini punya eco lodge di kawasan dalam hutan. Dari jalan utama ke eco lodge-nya ini memakan waktu hampir sejam trekking. Buat yang ingin mampir dan jalan jalan ke sini silakan hubungi nomor telepon Mr Jali di 081362291844 atau bisa melalui Touris Information Center (TIC) milik Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues yakni 0823 7064 7906 (Romi Ruanda) atau 0852 6072 0427 (Khairul Abdi)

2. Taman Nasional Gunung Leuser

Foto: Suara Merdeka

Foto: Suara Merdeka

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu taman nasional favorit para pencinta alam, karena alamnya yang masih alami dan Leuser ini merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia yang punya lahan seluas 1.094.692 hektar. Memang secara administrasi terletak di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Walaupun yang saya tahu untuk bisa trekking menuju Taman Nasional Gunung Leuser ini paling dekat ialah dari Kedah Gayo Lues.

Di taman nasional ini berdiam orangutan sumatera yang mengesankan. Gunung Leuser juga memiliki kekayaan buah-buahan tropis seperti mangga, rambutan, durian, alpukat, jeruk, pepaya, dan jambu biji.

Taman Nasional Gunung Leuser dan area di sekitarnya dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Ada sekitar 130 spesies dapat diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser yaitu: harimau sumatera, gajah, badak, siamang, kera, macan tutul, reptil, ikan, dan juga 325 spesies burung.

Taman Nasional Gunung Leuser memiliki puncak tertinggi 3.381 meter dan merupakan salah satu taman nasional terbesar dan paling beragam di Indonesia dengan luas 7.927 km² di ujung utara Sumatera. Ketika melintasinya akan tersaji pemandangan yang luar biasa. Para petualang sejati tidak akan kecewa ketika menjelajah taman ini.

Taman Nasional Gunung Leuser sendiri mengambil nama dari Gunung Leuser (3.404 mdpl) di Aceh. Taman nasionalnya meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi hutan lebat khas hujan tropis. Taman nasional ini dikelola dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

3. Lokasi Refting yang Hebat

Foto: Shaddam Zacky

Foto: Shaddam Zacky

Selain kaya akan wisata trakking, Gayo Lues juga memiliki lokasi olahraga arung jeram (Refting) yang hebat dan menantang. berdasarkan informasi, pada tahun 2017 Gayo Lues akan menjadi tuan rumah turnamen arung jeram tingkat nasional. keren kan!

4. Tari Saman Gayo Lues

saman-lgco-2

Siapa yang tidak mengenal Tari Saman? Nah, Tari Saman yang usdah ditetapkan oleh UNESCO sebagai tari warisana dunia non benda ini berasal dari Gayo Lues. Hingga kini, pagelaran Tari Saman tetap aktif dilaksanakan oleh masyarakat Gayo Lues. Biasanya dilaksanakan tidak lama setelah peringatan hari besar Islam dan panen raya. Hebatnya, pagelaran yang digelar tidak main-main, tidak seperti pertunjukan Tari Saman seperti yang biasa yang hanay berdurasi 10-15 menit saja, namun pagelaran Tari Saman di Gayo Lues ini ada yang digelar hingga satu bahkan dua hari dua malam lho! Selain itu, di Gayo Lues hampir semua anak laki-laki lihai bersaman, hebatnya cukup waktu persiapan 5 menit saja mereka akan bisa menampilkan tarian saman yang menawan.

Foto: Zoul Mata Gong (Tim TIC Gayo Lues

Foto: Zulfikar (Tim TIC Gayo Lues

Jika anda kesini, anda akan merasakan sendiri sensasi yang beda, nyaman, sejuk, dipenuhi dengan budaya yang masih kental. Berbeda dengan saat berada di kota-kota besar yang bising. Juga selain saman, masih banyak lagi jenis tari tradisional yang menarik, seperti Bines untuk perempuan, Didong sesuk, Melengkan, Pongot, dan lain-lain.

5. Kaya Seni dan Budaya

Air Terjun Rerebe (Foto: IG @jhoni_zulfikar)

Air Terjun Rerebe (Foto: IG @jhoni_zulfikar)

Masjid Asal masih bertahan walau sudah berumur ratusan tahun. (lintasgayo.co)

Masjid Asal masih bertahan walau sudah berumur ratusan tahun. (lintasgayo.co)

Foto: Zoul Mata Gong (Tim TIC Gayo Lues

Foto: Zulfikar (Tim TIC Gayo Lues

Pacu kuda di Gayo Lues, Sabtu 31 Agustus 2013. (Kha A Zaghlul)

Pacu kuda di Gayo Lues, Sabtu 31 Agustus 2013. (Kha A Zaghlul)

Foto: Khairul Abdi (TIC Gayo Lues)

Foto: Khairul Abdi (Tim TIC Gayo Lues)

Memang, berbicara Kabupaten yang masih berumur 14 tahun ini cukup “rumit”, rumit jadinya jika tidak ke Gayo Lues, hehehe. Gayo Lues selain memiliki panorama alam atau pemandangan yang indah, juga memiliki budaya yang menarik. Pacuan kuda tradisional Gayo yang menghibur, kualitas kopi arabikanya serta kuliner yang memanjakan lidah, serta wisata sejarah yang juga menarik. Salah satunya kehadiran masjid Asal di Desa Penampaan, Blangkejeren, Gayo Lues. Konon, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Aceh, sudah berdiri sekitar berumur 800 tahun silam yang menjadi saksi kebesaran Islam di Aceh. Selain itu, pakaian tradisional Gayo Lues yang diberi nama Kerawang Gayo Lues saat ini juga cukup dikenal dan diminati masyarakat baik lokal bahkan luar dan tentu Kerawang Gayo Lues banyak ditemui di Gayo Lues. Nah, ini dulu ya ceritanya, yang pasti Gayo Lues cocok bagi anda yang sedang mencari tempat berlibur. Jadi, kapan ke Gayo Lues? (Tulisan ini merupakan kutipan dari Penulis Barry Kusuma (kompas.com) dan dilengkapi oleh Tim TIC Gayo Lues)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×