Iken Pengat dari Gayo Lues, Maknyus!!

Oleh : Muhammad Nasril, Lc

Pengat Gayo LuesBaru-baru ini Gayo Lues memecahkan rekor dunia melalui pergelaran seni budaya yang dimiliki daerah tersebut, yaitu tari Saman dengan penari 5057 orang. Gayo Lues  merupakan  salah satu kabupaten di Aceh yang memiliki kekayaan budaya yang sudah diakui dunia,  mayoritas penduduknya yaitu suku Gayo yang berbahasa Gayo.

Perjalanan ke kota “Saman” ini membuat kita betah berlama-lama disana, selain alam yang bersahabat, disana kita dapat menikmati bermacam makanan khas dari daerah tersebut. Sangat cocok untuk pecinta alam berpetualang ke kota Seribu Bukit ini, kota yang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan indahnya pemandangan dihiasi bukit-bukit, disana juga terdapat tempat-tempat wisata yang cocok untuk memanjakan mata, seperti air terjun, kolam air panas dan tempat-tempat lainnya.

Selain kekayaan dibidang seni dan budaya Kota Seribu Bukit juga memiliki aneka ragam makanan khas daerah, yang mampu  menggoyangkan lidah penikmat kuliner, diantaranya ikan pengat  yang biasanya dimasak untuk keluarga dan juga dihidangkan disetiap acara kenduri.

Menurut berbagai sumber, ikan pengat ini biasanya dibuat dari ikan air tawar yang kaya akan vitamin seperti mujahir, ikan emas, bawal, lele (Gayo : Mut), keperas, gegaring, dan lain-lain.

Kemudian ikan tersebut diracik dengan bumbu khas yang sangat simpel, diantaranya cabe, bawang, kunyit, kemiri, daun ketumbar atau palam dan sedikit jahe juga bisa ditambahkan bumbu-bumbu lain sesuai selera.

Proses memasaknya juga sangat simpel, setalah dihaluskan semua bumbu kemudian langsung dicampurkan dengan ikan yang sudah dibersihkan dan diberikan garam dan jeruk nipis  kemudian dimasak sampai matang hingga kuahnya kering.

Uniknya lagi dalam proses memasaknya biasanya digunakan periuk yang terbuat dari tanah sehingga rasanya sangat nikmat. Jika dilihat dari bahan-bahan yang digunakan, ikan pengat ini hampir mirip dengan eungkot payeh(ikan pepes).

Bagi urang Gayo, ikan ini menjadi salah satu makana favorit, bahkan disaat mereka diperantauan ikan pengat menjadi salah satu masakan yang dirindukan. Begitu juga bagi mereka yang  pertama kali mencoba ikan pengat ini, tidak sulit untuk bersahabat dengan lidah, karena rasanya maknyus dan cocok dengan iklim yang ada disana.

Ajranuddin, salah seorang mahasiswa  UNSRI Palembang dari Gayo Lues, mengungkapkan nikmatnya ikan pengat ini. “Ikan pengat merupakan makanan khas tradisional Gayo, rasanya sangat lezat dan maknyus membuat kami diperantauan rindu akan enaknya ikan pengat ini, harus dilestarikan masakan ini,” ujar Ajran yang mengaku ingin segera menikmati ikan pengat.

Selain dirumah-rumah, pengat juga bisa didapatkan diwarung-warung. Masakan Gayo yang ada di Gayo Lues. Nah, ingin coba kelezatan dan maknyusnya Ikan pengat khas kota Seribu Bukit, silahkan kunjungi kota Seribu Bukit. Seperti diketahui Gayo Lues menjadi salah satu makanan unggulan terbaik pada Lomba makanan unggulan di ajang Pameran Kerajinan Dekranasda se-Aceh 2 November 2014 lalu.

*Penghulu di KUA Nisam Aceh Utara

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×