Gayo Lues Raih Rekor Pagelaran Tari Saman Terbesar di Dunia

Foto : Google

KABUPATEN Gayo Lues berhasil membawa rasa bangga masyarakat di seluruh Provinsi Aceh bahkan Indonesia atas kesuksesannya menggelar Pagelaran Tari Saman Massal dengan melibatkan sebanyak 10001 Penari. Atas mahakarya tersebut, Gayo Lues dianugerahi piagam penghargaan oleh MURI sebagai penyelanggara Tari Saman terbesar dan penari terbanyak di Dunia.

Pagelaran tersebut digelar pada Minggu (13 Agustus 2017) kemarin di Lapangan Stadion Seribu Bukit, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Diantara ribuan mata penonton yang menjadi saksi sejarah baru tersebut, diantaranya turut hadir sejumlah pejabat di Provinsi Aceh hingga pusat seperti Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Para Bupati dan Wali Kota baik dari Provinsi Aceh dan luar, pejabat dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Ketua Komisi X DPR RI, Anggota DPR Aceh, para tokoh budaya, tokoh masyarakat dan banyak lagi.

Kabupaten Gayo Lues yang kerap dijuluki sebagai daerah Negeri Seribu Bukit sebelumnya juga sudah pernah menggelar pagelaran Tari Saman Massal dengan melibatkan 5.057 penari di tempat yang sama pada tahun 2014 lalu.

Pagelaran berjalan sukses, bahkan jumlah penari penyelanggara melebihi target yang direncanakan hanya 10001 penari bertambah menjadi 12.277 penari. Selain Tari Saman, sebanyak 500 perempuan penari Bines (Tari tradisional asal Gayo Lues khusus wanita) juga turut ditampilkan dalam pegelaran tersebut, ditambah penampilan penyair nasional Fikar W Eda serta pelaku musik lokal Gayo.

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Daerah Gayo Lues, H. Thalib didampingi Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues sebagai sekretaris panitia yakni, Syafruddin, S.Sos menjelaskan, pagelaran tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Gayo Lues untuk melestarikan Tari Saman yang pada tahun 24 November 2011 lalu sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO di Bali.

Lanjut, H. Thalib, jumlah penari sengaja dibuat ganjil karena dalam aturan yang diyakini masyarakat Gayo Lues sebagai pemilik Tari Saman, bahwa jumlah Penari Saman harus ganjil. Beberapa Tokoh Masyarakat setempat percaya, bahwa angka genap merupakan sebuah kesempurnaan sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Sementara itu, H. Thalib mengakui, masih banyak masyarakat di luar Gayo Lues yang belum memahami semua filosopi dan syarat-syarat dalam menari Saman,”Masih banyak yang belum mengetahui bagaiamana Tari Saman lebih dalam,” ungkap H. Thalib.

Tari Saman hanya boleh ditarikan oleh kaum laki-laki, sebab Tari Saman merupakan jenis tarian tepuk dada jadi bagi masyarakat Gayo Lues tidak etis jika ditarikan oleh perempuan. Namun banyak masyarakat saat ini yang salah paham yang mengatakan Tarian Duduk yang dimainkan oleh Perempuan dikatakan Saman, padahal itu salah. Tari duduk yang ditarikan oleh perempuan tersebut berasal dari Aceh wilayah pesisir dengan nama Ratoeh Duek.

Gayo Lues sebagai salah satu daerah termuda di Provinsi Aceh (berumur 15 tahun) cukup banyak memberikan kontribusi bagi Provinsi Aceh bahkan Tanah Air salah satunya Tari Saman. Selain itu, produk lokal Gayo Lues yakni Kerawang Gayo Lues juga cukup diminati banyak oleh masyarakat. Motif Kerawang Gayo Lues kerap didesain di aneka jenis pakaian, peci, sarung, selendang, dan banyak lagi.

Selain Tari Saman, Gayo Lues juga sebagai salah satu daerah yang berada di kaki Gunung Leuser yang juga sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Selain itu, Gayo Lues juga merupakan salah satu penghasil Kopi Gayo yang saat ini banyak diklaim sebagai salahsatu jenis kopi terbaik di dunia.

Sementara itu, penggagas pagelaran tersebut yakni Bupati Gayo Lues, H. Ibnu Hasim mengaku bersyukur atas kesuksesan pagelaran tersebut. Ia mengatakan, pagelaran tersebut sebagai bukti keseriusan Pemerintah dan masyarakat Gayo Lues dalam melestarikan Tari Saman. Diharapkan, dengan pagelaran tersebut bisa menjadi daya jual pariwisata khususnya bagi Gayo Lues serta Provinsi Aceh dan Indonesia secara umum.

“Saat anda menyaksikan langsung pagelaran tersebut, anda akan sadar dan mengerti bahwa Tari Saman bukan hanya sekedar hiburan, namun lebih dari itu. Tari Saman memiliki filosopi nilai-nilai persatuan yang kuat juga pesan kebaikan melalui syair-syairnya yang bermanfaat buat kita konsumsi baik di dunia juga akhirat. Oleh karena itu, kami yakin Tari Saman bisa menyatukan bangsa bahkan dunia,” tutup H. Ibnu Hasim. (Tim TIC Dinas Pariwisata Gayo Lues)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×