Dispar Gayo Lues Dukung Javlec Gelar Program Ekowisata di Agusen

Ist

Ist

Yayasan Java Learning Center (Javlec) pada Sabtu (11 Maret 2017) kemarin menggelar observasi di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues dalam rangka menggali potensi-potensi wisata. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari program Javlec mengenai Pengelolaan Hutan Kolaboratif Berbasis Potensi Lokal di 5 Desa di Gayo Lues yakni Sentang, Bustanussalam, Palok, Penggalangan dan Agusen.

Koorditaor Tim Lapangan Javlec di Gayo Lues, Rizqi Murti kepada LintasGayo.co, Jum’at (17/3/2017) siang menyimpulkan, dari hasil observasi yang mereka lakukan, Agusen memiliki banyak potensi pariwisata khususnya dalam hal ekowisata,”Agusen memiliki prospek yang baik. Sumber daya alam sudah ada, sekarang tinggal bagaimana membangun sumber daya manusianya. Nah, salah satu fokus tujuan dari program kita ini adalah ke arah sana (pembangunan SDM),” terang pria yang akrab disapa Boim ini.

Boim menjelaskan, Javlec merupakan mitra dari USAID Lestari dalam menjalankan program mereka di Gayo Lues. Lanjutnya, Javlec merupakan sebuah Yayasan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa hutan, memperluas ruang kelola serta memperkuat hak akses masyarakat pada pengelolaan sumber daya hutan, memfasilitasi pengembangan pengetahuan, penguatan organisasi masyarakat sipil, serta berbagai ikhtiar perbaikan kebijakan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan demokratis. Semua itu dilakukan dalam rangka ikut berkontribusi bagi terciptanya tata pengurusan hutan yang baik (good forestry governance) di Indonesia.

Sementara itu, USAID Lestari yang menjadi mitra dan membantu perjalan program Javlec di Gayo Lues turut mendukung upaya Pemerintah Republik Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), melestarikan keanekaragaman hayati di ekosistem hutan dan mangrove yang bernilai secara biologis serta kaya akan simpanan karbon. USAID Lestari menerapkan pendekatan lanskap untuk menurunkan emisi GRK, dengan mengintegrasikan aksi konservasi hutan dan lahan gambut dan strategi pembangunan rendah emisi (LEDS) di lahan lain yang sudah terdegradasi. Kegiatan Lestari dilaksanakan di enam lanskap strategis di Aceh, Kalimantan Tengah dan Papua.

Boim menambahkan, Javlec juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah setempat melalui Bappeda, Dinas Pariwisata, Pertanian, Lingkungan, Kantor Camat, Pengulu, KPH dan pemangku kebijakan lainnya di Gayo Lues. (sumber : www.lintasgayo.co)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×