Cerita Gadis Blangkejeren menjadi Pengrajin Kerawang Gayo

Ashi Ani Ananda (Foto : Ist)

Ashi Ani Ananda (Foto : Ist)

KERAWANG Gayo menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan keluarga kami. Sejak dulu, mulai dari Nenek hingga Ibu, semuanya berprofesi sebagai pengrajin kerawang. Selain untuk mencari rezeki, rasa kecintaan terhadap kerawang menjadi alasan kami selalu senang untuk menjahit kerawang. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari kerawang, kata Ashi Ani Ananda kepada LintasGayo Sabtu (14/12/2013) sore.

Ashi, panggilan akrab gadis berkulit putih kelahiran 25 Juni 1993 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya Putri yang saat ini sudah sarjana memilih melanjutkan usaha keluarganya yang berlokasi di Kampung Sere, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Sedangkan dirinya dan adik bungsunya Juli hingga kini masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Medan.

“Sejak kecil kita sudah diperkenalkan berbagai hal tentang kerawang. Sejak duduk di bangku SMP juga kita sudah ikut belajar menjahit kerawang,” kata Ashi.

Diwaktu yang sama, saudara bungsunya Juli mengaku, saat ini di Gayo Lues cukup sulit untuk mencari pengrajin muda kain kerawang. Bukan hanya untuk menjahit, namun untuk mengenal apa itu kain kerawang sudah banyak tidak tahu. Misalnya apa makna dari warna dan ukiran, bagaimana perkembangannya dan lain-lain,”Miris memang, tapi ini tidak boleh dibiarkan. Semua pihak terkait harus melakukan pembinaan dan pengenalan khusus tentang kerawang. Begitu juga buat teman-teman, tidak boleh melupakan kebudayaan kita ini,” ujar Juli

Lanjutnya, kita sebagai generasi penerus tidak boleh melupakan kekayaan budaya kita. Sebab, karena itu saat ini Gayo Lues menjadi daerah yang di kenal di Indonesia bahkan Dunia. tambah Juli.

Berbagai jenis model kerawang hasil karya tangan Ashi (Ist)

Berbagai jenis model kerawang hasil karya tangan Ashi (Ist)

Juli berharap, usaha yang digeluti keluarganya saat ini mampu menjadi motivasi untuk teman-temannya yang lain. Juga dengan kerawang yang dia jahit dengan bermacam jenis model, berharap para penerus Gayo Lues juga turut menjaga dan mengembangkan kain kerawang. Sehingga, kerawang Gayo yang banyak diminati saat ini bisa menjadi potensi khusus untuk daerah serta untuk diri pribadi masyarakat Gayo Lues, harap Juli.

Oia, kalau teman-teman ada yang tertarik dengan kerawang, boleh langsung datang ke toko Putri Kerawang, Kampung Sere. Selain pakaian, kita juga menyediakan peci, dompet, gelang, dan lebih banyak lagi, tambah Juli sedikit berpromosi. (Supri Ariu)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×