Banyak Berita Simpang Siur, Ini Klarifikasi Pendaki Leuser asal Malaysia

Foto bersama di kediaman Mr. Jali, Dusun Kedah (Sumber: Keliling Aceh)

Foto bersama di kediaman Mr. Jali, Dusun Kedah (Sumber: Keliling Aceh)

Terkait kegiatan pendakian yang dilakukan oleh Komunitas Malaysia-Trans Lung Unity ke Hutan Leuser melalui jalur Kedah, Gayo Lues pada Jum’at (2 Desember 2016) lalu, ketua kelompok pendaki Khairil Aslan mengaku bahwa pihaknya banyak mendengar berita yang simpang siur mengenai kondisi mereka saat berada di Leuser.

Khairil saat tiba di Kedah, Jum’at (16/12) mengatakan, banyak media dan masyarakat yang salah paham dalam isi pemberitaan mengenai kondisi mereka dan banyak tersebar isu bahwa mereka yang berjumlah 13 orang ditemani 9 pemandu dan porter diberitakan hilang.

“Itu tidak benar, sama sekali tidak benar, ini hanya masalah kesehatan dari salah satu orang di kelompok kami,” tegas Khairil.

Khairil menceritakan, bahwa pada saat mereka melakukan pendakian, salah satu anggotanya yakni Ahmad Nazit Rashid mengalami sakit pada perutnya akibat penyakit lambung. Akibat sakit lambung tersebut, Khairil beserta Pemandu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian.

“Namun, saya bersama 3 porter lainnya terpaksa melanjutkan pendakian guna mencari jaringan untuk menghubungi tim di Kedah, sebab di lokasi awal kami berhenti (tempat Nazit istirahat) tidak ditemukan jaringan seluler,” cerita Khairil.

Kami melanjutkan perjalanan hingga ke Leuser, sebab disana diketahui ada jaringan. Saat itulah kami menghubungi tim di Kedah, dan saya juga menghubungi tim di Malaysia untuk meminta bantuan mereka untuk menyampaikan dan meminta bantuan tim tanggap darurat Aceh, Indonesia, terang Khairil.

“Saya tidak tahu kenapa dan dari mana mulanya, informasi yang beredar malah berbeda dengan kejadian sebenarnya. Saya berfikir itu pasti mis komunikasi atau info yang tersebar tidak lengkap,” terang Khairil.

Foto bersama di kediaman Mr. Jali (Foto: Keliling Aceh)

Khairil mengaku, Tim SAR Provinsi Aceh bersama Kepolisian, Tim Rain Forest Ludges Kedah, TNI dan masyarakat Kedah sangat sigap dan dengan cepat memberikan bantuan kepada kami.

“Terimakasih kepada seluruh pihak, Tim SAR Aceh melalui Aceh Tenggara, anggota Kepolisian, TNI, tim Rain Forest Ludges Kedah, masyarakat setempat dan Dinas Pariwisata Gayo Lues sangat cepat tanggap dalam memberikan bantuan kepada kami. Disini kami merasa sudah seperti keluarga,” aku Khairil.

Sementara itu, Ahmad Nazit saat di rawat di Puskesmas Kutepanyang, Gayo Lues juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sangat membantu. Ia memuji kehebatan Hutan Leuser, kedepan ia mengaku akan kembali lagi jika kesehatannya sudah memungkinkan.

“Leuser merupakan tempat trakking yang sangat sempurna dan komplek. Setiap centi perjalanan kesana kita akan dihadiahi dengan pemandangan yang begitu sempurna, Allah Maha Kaya. Mudah-mudahan saya lekas sembuh agar bisa berwisata kembali menikmati indahnya hutan Leuser,” ungkap Nazit.

Terimakasih kepada Mr. Jali dan seluruh tim, kami sangat terbantu dengan kinerja tim di Aceh dan Gayo Lues yang sangat profesional, kami bangga bisa menjadi bagian dari kekeluargaan ini, tambah Nazit.

Usai di rawat, Nazit bersama tim pendaki asal Malaysia tersebut kembali berangkat pulang ke Malaysia melalui Medan, Sumatera Utara pada Jum’at (16/12) malam.

(sumber: lintasgayo.co)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Translate »
×